



Jaman sekarang ini, ketika segalanya bisa dilakukan dengan menekan tombol mouse, tak banyak band yang mau repot-repot menggunakan instrumen asli ketimbang kibord (atau fruityloops, hehe) dan mewarnai artwork album dengan media cat air. Salah satu contohnya ialah The Monophones, band Yogyakarta yang menyuguhkan atmosfir musik 60-70an. Dari flute, string section, organ sampai bas betot turut direkam dalam album debut Voyage to the Velvet Sun.
Walaupun tanpa kak adit yang sedang bisnis batu kripton di planet kryptonite, walaupun kak edo sedang pusing karena besoknya ujian dan belum bikin contekan, walaupun kak eka emang nggak jelas kalo ngomong, deadmediafm mencegat band ini pada FKY lalu untuk mengobrol tentang lagu-lagu mereka, rencana album mendatang, dan masa depan bangsa. Sedikit abstrak mungkin (yang ngewawancara aja gitu), tapi dijamin seru! Kapan lagi coba, kalian bisa mendengar band yang biasa membuat aransemen musik sedemikian kompleks dan tampil serius di panggung ini bercandaan, saling wawancara sendiri dan mewawancarai balik deadmediafm?
Kamu juga bisa dengerin lagu “Nanar”, dari album tribut Naif rilisan Aksara Records Mesin Waktu. Sesuai dengan influence para anggotanya yang berkisar dari Beatles sampai Bach (dan Bung Tomo katanya), lagu ini menampakkan unsur pop vintage, baroque, dan tak lupa sentuhan scale jazz (apa hubungannya sama Bung Tomo kami juga nggak tau). Penasaran? Atau pengen tau siapa personel yang terinspirasi Bung Tomo? Simak saja episod ini..
deadmediafm vol 0.09 - The Monophones, Southern Beach Terror [17:07m]: Play Now | Play in Popup | Download (205)